Maestro MotoGP Valentino Rossi setuju dengan suara yang berkembang di
kalangan pebalap akhir-akhir ini, yaitu untuk mengurangi beban motor
MotoGP yang kini dinilai sudah terlalu berat. Namun, alasan ‘The Doctor’
berbeda dari pebalap-pebalap tersebut.
Awalnya saat MotoGP memasuki era 4-tak 990cc di tahun 2002, berat
motornya hanya sekitar 145 kg. Namun kini, dengan kapasitas 1000cc,
berat motor sudah mencapai 160 kg – ini meningkat sekitar 10,4% dari
awalnya.
Tapi para pebalap seperti Dani Pedrosa dan Stefan Bradl ingin agar
beban dikurangi supaya bisa meringankan beban tangan pebalap. Seperti
yang diketahui, Pedrosa dan Bradl harus melakukan operasi ringan untuk
cedera arm-pump yang mereka duga diakibatkan beban berlebihan itu.
Sementara Rossi, berpendapat lain. Ia tetap ingin berat motor
dikurangi, hanya saja alasannya adalah untuk pengereman yang lebih baik
lagi. Ia berpendapat, dengan beban saat ini, motor sangat sulit di-rem
dan itu berbahaya buat keselamatan pebalap.
“Banyak pebalap mengalami masalah (arm pump) ini, tapi
(masalah tersebut) juga sudah ada dari dulu dengan motor yang lebih
ringan, di Moto2 misalnya. Jadi saya rasa beban bukan alasan utama, tapi
jelas memang tidak membantu juga,” jelas Rossi.
“Mungkin ini ide bagus (mengurangi beban). Kami sudah banyak
berbicara dengan Komisi Keselamatan dengan pebalap lainnya dan mencoba
mengurangi beban motor sedikit. Karena, kami pikir itu juga membawa
banyak masalah pada pengereman akibat beban berlebihan,” pungkasnya.
Peraih sembilan gelar juara dunia tersebut kembali menegaskan beban
yang berlebihan akan mempersulit pengereman meski juga tak membantu
meringankan kinerja tangan pebalap.
Untuk mewujudkan hal ini, peraturan baru perlu diganti. Masalahnya,
bila batas maksimum beban motor dikurangi, maka itu akan memaksa tim-tim
untuk menggunakan bahan yang ringan namun kuat – tapi mahal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar