Senin, 19 Mei 2014
Rossi Progres, Lorenzo Kian Tergerus
VALENTINO Rossi terus tunjukkan progres di musim 2014. Ironisnya, Jorge Lorenzo justru kian jauh dari jalur juara.
The Doctor buktikan kepada publik bahwa dirinya benar-benar belum habis. Pembalap gaek berjuluk The Doctor itu toreh hasil yang bagus di MotoGP 2014. Aksi terkininya terhampar pada MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, Minggu (18/5).
Musim ini memang jadi saat-saat penentuan bagi Rossi. Di usianya yang sudah 36, Rossi tentu harus mulai pikirkan opsi pensiun. Semangatnya memang masih menggebu-gebu. Tapi, fisik dan stamina tetap tak bisa dibohongi.
Faktanya, Rossi malah perlihatkan kepada publik ia masih bisa bersaing dengan pembalap-pembalap top yang jauh lebih muda dan prima ketimbang dirinya. Ia terlecut bayar keterpurukan yang terhampar di musim lalu, musim di mana Rossi baru putuskan kembali ke Yamaha setelah perkuat Ducati.
Musim lalu, Rossi cuma bisa finis di urutan 4 klasemen akhir pembalap. Itu karena mereka cuma bisa 6 kali podium dan ukir 1 kemenangan. Kegagalan itu membuat Rossi berbenah saat musim ini belum dihelat. Ia bersama tim mekanik Movistar Yamaha membuat YZR-M1 jauh lebih baik dari sebelumnya.
Penampilan memukau pun langsung diperlihatkan 6 kali juara dunia itu di seri awal, MotoGP Qatar di Sirkuit Losail. Ia finis di urutan 2 MotoGP Qatar dan cuma tertinggal 0,259 detik dari Marc Marquez, pembalap Repsol Honda yang jadi juara.
Di MotoGP Austin, Rossi memang terlempar ke urutan 8. Tapi, perbaikan langsung diperlihatkan Rossi di MotoGP Argentina. Ia rebut posisi 4 di belakang Marquez, Dani Pedrosa, dan Lorenzo. Di Sirkuit Jerez MotoGP Spanyol, Rossi kembali bikin geger karena finis sebagai runner up.
Konsistensinya mampu dijaga ketika ia balapan di Sirkuit Le Mans. Itu adalah sirkuit yang sempat dikuasai Rossi pada edisi 2002, 2005, dan 2008. Memulai balapan dari posisi 5, Rossi ambil start bagus dan langsung menyodok ke 3 terdepan di belakang Andrea Dovizioso dan Stefan Bradl.
Dengan tenang Rossi mengintai Dovizioso dan Bradl. Pada akhirnya, urutan 2 diduduki Rossi pada lap 3. Bahkan, Rossi langsung jadi pembalap terdepan setelah salip Dovizioso pada lap 5.
Sayang, geliat Marquez membuat Rossi harus serahkan posisi terdepan pada lap 13. Marquez sukses memanfaatkan kesalahan The Docter yang terlalu melebar saat hadapi tikungan. Hasilnya, Rossi finis sebagai runner up MotoGP Prancis 2014. Ia tertinggal 1,486 detik dari Marquez.
"Saya memulainya dengan baik. Saya berjuang agar terus di depan. Tapi, segalanya jadi lebih sulit karena ban depan motor saya yang tak kuat hadapi panasnya aspal. Kecepatan saya tak begitu buruk. Ketika Marquez mendekat, saya ingin membuatnya kesulitan. Sayang, perjuangan saya berakhir karena 1 kesalahan. Saya tak menginjak rem dengan dalam," kata Rossi.
Ya, mungkin Rossi sangat menyesal karena akan sulit baginya dapat kesempatan taklukkan Marquez di balapan-balapan selanjutnya. Tapi, ia tetap patut bersyukur karena sukses finis sebagai runner up membawanya dekati Dani Pedrosa di klasemen pembalap. Dari urutan 3 dan koleksi 81 poin, ia cuma terpaut 2 angka dari Pedrosa.
Nasib berbeda didapat Lorenzo. Buat kesekian kalinya ia gagal podium di musim ini. Pada MotoGP Prancis, pembalap asal Spanyol itu cuma bisa finis di urutan 6. Ia terpaut 7,088 detik dari Marquez.
Total, baru 1 kali Lorenzo podium di musim ini. Sukses itu didapat Lorenzo ketika finis di urutan 3 MotoGP Argentina. Di Sirkuit Losail, Qatar, ia malah gagal finis karena terjatuh di lap 8. Sisanya, Lorenzo cuma bisa finis di urutan 10 (Austin) dan urutan 4 (Spanyol).
Padahal, Lorenzo bertekad balas dendam kepada Marquez, pembalap yang membuatnya gagal jadi juara dunia 2013. Di akhir musim, Lorenzo cuma tertinggal 4 angka dari Marquez. Faktanya, start buruk di 5 race awal membuat Lorenzo tercecer dari perburuan gelar juara dunia. Ia di urutan 5 klasemen pembalap dan tertinggal 80 angka dari Marquez.
"Saya mengerti apa yang dirasakan Lorenzo. Ia dalam situasi berbeda dengan saya. Buat saya, naik podium dan finis di belakang Marquez bisa diterima. Tapi, tidak dengan Lorenzo. Ia ingin menang. Tak heran jika ia frustrasi karena tak mau sekadar finis sebagai runner up," jelas Rossi.
Bukan cuma Rossi yang menyoroti keterpurukan Lorenzo di musim ini. Marquez, juara 5 seri awal musim ini, juga angkat bicara. Menurutnya, Lorenzo terlihat tak nyaman tunggangi YZR-M1 miliknya. Tapi, Marquez tetap yakin Lorenzo akan segera temukan performa terbaikny
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar