Valentino Rossi sempat bergurau di sesi
konferensi pers pasca balap di MotoGP Perancis, hari ini (Minggu,
18/5/2014). Ia mengatakan, dirinya sempat berharap Marc Marquez mau
menunggunya setelah ia melakukan kesalahan di tikungan 10 dan disalip
Marquez.
Rossi yang start dari posisi lima, sempat memimpin jalannya balapan
di awal setelah berhasil melewati Stefan Bradl dan Andrea Dovizioso.
Sementara itu Marquez yang mengawali balapan dari posisi pole melakukan
start buruk dan terlempar ke posisi enam.
Di barisan depan, Rossi dengan cukup mudah mampu melewati Bradl dan
Dovizioso dan segera membuka jarak di antara keduanya. Sedangkan Marquez
dari posisi enam justru melebar pasca menghindari Jorge Lorenzo
sehingga terlempar ke posisi 10.
Di sesi konferensi pers pasca balap Rossi bercerita, saat itu dirinya
yakin pebalap top seperti Dani Pedrosa, Lorenzo, dan terlebih lagi
Marquez yang sedang berada di barisan tengah pasti akan segera
menyusulnya di depan.
“Saya menunggu Dani, Jorge, dan khususnya Marquez yang akan tiba di depan,” ujar Rossi.
Namun kala itu Pedrosa dan Lorenzo masing-masing mengalami masalah
sehingga tak mampu ‘tiba’ di depan. Tapi Marquez dengan ritme dan
kecepatan tingginya mampu menyalip setiap pebalap yang berada di
depannya untuk segera mengejar Rossi yang memang sudah sengaja
untuk
tidak ‘lari’ di depan.
Rossi tahu bahwa pada akhirnya salah satu dari tiga pebalap terkuat
saat ini pasti akan mengejarnya. Karena itulah ia bermaksud untuk
menghemat ban supaya saat entah Marquez, Pedrosa, atau Lorenzo tiba, ia
masih memiliki kondisi ban yang prima untuk diajak bertarung.
Dugaan Rossi benar terjadi. Saat Marquez sudah berada di belakangnya,
‘The Doctor’ langsung gas pol dan hal itu terlihat dari catatan
waktunya yang meningkat. Tapi sayangnya saat itu ia justru melebar dan
dengan mudah langsung disalip Marquez. Pasca kejadian itu, Marquez
langsung menjauhkan diri untuk menghindari battle dan mengamankan posisi pertama hingga finis.
Rossi sempat berusaha mempertahankan jaraknya di belakang Marquez.
Namun apa daya ritme pebalap berusia 35 tahun tersebut sedikit di bawah
Marquez bahkan cenderung semakin tertinggal di akhir race.
“Saya mengerem terlalu terlambat dan melebar. Ini sangat disayangkan
karena saya rasa hari ini saya bisa bertarung dengan Marc dan punya
peluang kecil untuk mengalahkannya. Tentu itu akan sulit, tapi pasti
menyenangkan,” kata Rossi.
Ia bergurau, dirinya berharap setelah menunggu Marquez di depan, Marquez mau ‘gantian’ dengan juga menunggu Rossi.
“Sayangnya seperti ini sebenarnya terlalu mudah buat Marc. Saya harap
ia mau menungguku.. tapi ia tidak melakukannya!” sambung pebalap Italia
tersebut diikuti tawa oleh para awak media.
Rossi akhirnya harus puas finis di posisi dua, diikuti oleh pebalap satelit Honda, Alvaro Bautista.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar