Selasa, 20 Mei 2014

Rossi setidaknya harus meraih podium di GP Italia

Peraih sembilan gelar juara dunia Valentino Rossi setidaknya harus meraih podium di GP Italia akhir pekan ini (Minggu, 2/6).  Karena jika tidak, maka ia akan menyamai rekor absen terlamanya di podium sebagai pebalap Yamaha sejak tahun 2007. Di tahun 2007, Rossi gagal secara berturut-turut menapaki podium sebanyak empat kali. Waktu itu performa YZR-M1 800cc baru yang dikendarainya memiliki banyak masalah. Kini sekembalinya dari Ducati Rossi memulai musim ini dengan cukup mantap dengan meraih podium dua dengan cara yang fantastis pula di Qatar. Namun kemudian pebalap asal Italia itu tak dapat mengulang performanya seperti di Qatar di tiga balapan berikutnya: Austin, Jerez, dan Le Mans.
“Sejak balapan pertama di Qatar, itu merupakan balapan yang sangat bagus bagiku. Kemudian saya cukup banyak kesulitan; kami mengharapkan bisa lebih kuat lagi, khususnya di Jerez dan Le Mans, dalam kondisi kering. Di kondisi basah (Le Mans) saya tak begitu buruk, namun saya membuat kesalahan dan membuang kesempatan untuk hasil yang bagu

s,” kata Rossi di konferensi pers jelang balap di sirkuit Mugello, kemarin (Kamis, 30/5).
“Kami memiliki pekerjaan yang harus dilakukan, kami harus meningkatkan kecepatan dan potensiku – yang saya rasa dapat kami lakukan. Karena khususnya Marquez, Lorenzo, dan Pedrosa sangat kuat, namun juga Cal (Crutchlow) sangat cepat,” ujarnya seperti dikutip Crash.
“Kini di MotoGP anda harus bisa mengerahkan 100% kemampuan di seluruh sesi latihan dan tiba saat balapan di hari Minggunya lebih dari 100% jika anda mau bertahan di depan sejak putaran pertama hingga akhir. Jadi ini merupakan pekerjaan berat bagi tim, namun ini juga merupakan hal yang sama bagi semua orang dan kami harus mencobanya,” papar ‘The Doctor’.
Namun di samping semua itu Rossi tak setuju dengan pernyataan yang mengatakan bahwa level pebalap di barisan depan MotoGP akhir-akhir ini semakin tinggi.
“Saya tak berhak mengatakan tentang ‘level yang berbeda’ – ini tak sama. Pebalap-pebalap muda tentu lebih kuat. Mereka merupakan ‘model selanjutnya’. Ketika sebuah mobil tua pergi, mobil yang lebih baru selalu lebih baik,” pungkasnya.
“Cara mengendarai motor kini juga sudah berbeda. Sekarang anda harus melakukan trik yang berbeda terhadap motornya yang di mana bagi seorang ‘pebalap tua’ sepertiku akan lebih kesulitan,” katanya sambil tersenyum.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai ‘trik’ yang dimaksud, Rossi menambahkan: “Khususnya pada ban. Ketika peraturan suplai ban tunggal diberlakukan (pada tahun 2009), sejak saat itu ban Bridgestone cukup berbeda (dari Michelin) dan memiliki daya cengkram yang kurang di sisi pinggirnya. Jadi anda harus mencoba menggunakan akselerasi di area yang memiliki daya cengkram lebih lagi dibanding saat-saat sebelumnya,” jelas peraih gelar juara dunia dengan tiga pabrikan berbeda tersebut.
Rossi merupakan pebalap tersukses di Mugello, memenangkan sembilan kemenangan di seluruh kelas termasuk tujuh di antaranya yang diraih secara berturut-turut di kelas MotoGP dari tahun 2002 hingga 2008.
“Akhir pekan ini sesuatu yang spesial namun bukan hanya bagi pebalap Italia. Atmosfirnya, semua penggemar di sekitar trek! Ini memang sudah demikian sejak tahun 1996 saat saya pertama kali balapan di GP Italia ini. Kami semua memiliki motivasi ekstra untuk bisa di depan,” ungkap Rossi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar