ASSEN – Jorge Lorenzo gagal menebus comeback di GP Belanda. Bukan lantaran problem pada motornya, tapi perkaranya ada pada nyali rider Movistar Yamaha itu. Lorenzo mengaku ciut nyali gara-gara masih dihantui trauma kecelakaan di tempat yang sama setahun lalu.
Padahal Lorenzo sempat berujar akan bangkit usai gagal naik podium di Katalunya pada seri sebelumnya. Namun di Assen Sabtu (28/6/2014) lalu, Lorenzo harus puas finis ke-13. Hasil terburuk buatnya sepanjang kariernya di MotoGP.
“Mungkin itu balapan terburuk saya di MotoGP. Posisi finis terburuk. Motornya bekerja dengan baik di trek basah maupun kering. Tapi saya kurang percaya diri. Saya takut di trek ini. Saat hujan dan di beberapa belokan, saya tak ingin ambil risiko,” aku Lorenzo.
“Jadi hasil ini 100 persen salah saya. Saya ingin minta maaf pada tim, orang-orang yang bekerja pada saya dan fans karena saya tak mampu tampil berani, tampil cepat di kondisi trek seperti itu seperti para pembalap lainnya,” tambahnya, seperti disadur Crash, Minggu (26/6/2014).
Ya, di Assen inilah Lorenzo menemui titik balik ketidakberuntungannya musim lalu. Sempat tampil fantastis di awal-awal musim, Lorenzo harus absen di beberapa seri berikutnya usai kecelakaan dan cedera tulang selangka.
“Sungguh disayangkan. Di kondisi kering kami sangat kompetitif, dan di kondisi seperti ini semua jadi tanggung jawab saya. Salah saya karena tak punya keberanian dan gagal bersaing. Tahun lalu saya menciptakan kemustahilan, tapi ini kebalikannya. Saya menjadi pembalap yang tak lagi berani,” sambung Lorenzo.
“Saya tak ingin ambil risiko kecelakaan dan cedea lagi di trek ini. Mungkin memori tahun lalu membuat saya terlalu hati-hati dan takut untuk tampil lebih cepat. Anda harus bisa mengakui dan menerimanya. Beruntung, kondisi (basah) seperti ini jarang terjadi,” tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar