Selasa, 24 Juni 2014

Jokowi Niat Bikin Sirkuit Demi Bawa MotoGP ke Indonesia

Calon Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi melontarkan keinginannya untuk memboyong balapan sekaliber MotoGP atau F1 ke Indonesia. Hal itu disampaikannya setelah bertemu dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu.
Capres nomor urut dua tersebut mengatakan akan menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mewujudkan dahaga para pecinta motorsport tanah air.
“Tadi dibisiki oleh Bu Marie, rencananya ke depan Beliau mau mengadakan Grand Prix di Jakarta. Saya bilang nggak apa-apa di Jakarta, saya yang menyelenggarakan, dibantu Bu Marie. Pokoknya, lu jual gue beli,” ujar Gubernur Non Aktif DKI Jakarta tersebut.
Menanggapi rencana Jokowi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budiman berpendapat, jika seandainya Jakarta ingin menggelar Gran Prix, maka yang paling memungkinkan untuk saat ini adalah MotoGP.
“Grand Prix itu yang memungkinkan MotoGP, kalau Formula 1 masih jauh. Kan nggak harus sirkuit, menarik juga kalau di jalan, kayak di Monaco, Singapura. Formula 1 di jalan di Jakarta bisa juga, tapi bukan F1,” kata Arie seperti dikutip Liputan6.com.
Namun sepertinya untuk menggelar MotoGP rasanya sangat tidak mungkin dilakukan di sirkuit jalan raya karena sangat beresiko. Balapan dua roda sekaliber MotoGP tidak mungkin diselenggarakan di jalan raya, berbeda dengan balap empat roda yang punya keseimbangan dan daya cengkram lebih banyak serta posisi pebalap yang lebih aman dibanding balap motor.
Tapi apapun itu, memang dibutuhkan setidaknya niat dan kerja nyata untuk mewujudkan kembali impian pecinta motorsport tanah air yang sudah lama sekali tak disinggahi balapan sekaliber MotoGP atau F1.
Terakhir Sirkuit Sentul menggelar kejuaraan dunia pada tahun 1997 saat menggelar balap motor 125cc, 250cc, dan 500cc. Pada saat itu Valentino Rossi yang masih berlaga di kelas 125cc memenangkan balapan GP Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar