Calon Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi melontarkan
keinginannya untuk memboyong balapan sekaliber MotoGP atau F1 ke
Indonesia. Hal itu disampaikannya setelah bertemu dengan Menteri
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu.
Capres nomor urut dua tersebut mengatakan akan menggandeng
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mewujudkan dahaga para
pecinta motorsport tanah air.
“Tadi dibisiki oleh Bu Marie, rencananya ke depan Beliau mau mengadakan Grand Prix di Jakarta. Saya bilang nggak apa-apa di Jakarta, saya yang menyelenggarakan, dibantu Bu Marie. Pokoknya, lu jual gue beli,” ujar Gubernur Non Aktif DKI Jakarta tersebut.
Menanggapi rencana Jokowi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI
Jakarta Arie Budiman berpendapat, jika seandainya Jakarta ingin
menggelar Gran Prix, maka yang paling memungkinkan untuk saat ini adalah
MotoGP.
“Grand Prix itu yang memungkinkan MotoGP, kalau Formula 1 masih jauh. Kan nggak harus
sirkuit, menarik juga kalau di jalan, kayak di Monaco, Singapura.
Formula 1 di jalan di Jakarta bisa juga, tapi bukan F1,” kata Arie
seperti dikutip Liputan6.com.
Namun sepertinya untuk menggelar MotoGP rasanya sangat tidak mungkin
dilakukan di sirkuit jalan raya karena sangat beresiko. Balapan dua roda
sekaliber MotoGP tidak mungkin diselenggarakan di jalan raya, berbeda
dengan balap empat roda yang punya keseimbangan dan daya cengkram lebih
banyak serta posisi pebalap yang lebih aman dibanding balap motor.
Tapi apapun itu, memang dibutuhkan setidaknya niat dan kerja nyata
untuk mewujudkan kembali impian pecinta motorsport tanah air yang sudah
lama sekali tak disinggahi balapan sekaliber MotoGP atau F1.
Terakhir Sirkuit Sentul menggelar kejuaraan dunia pada tahun 1997
saat menggelar balap motor 125cc, 250cc, dan 500cc. Pada saat itu
Valentino Rossi yang masih berlaga di kelas 125cc memenangkan balapan GP
Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar