Jumat, 13 Juni 2014

Kerb Catalunya yang Tinggi Sulitkan Pebalap Jebolan Moto2


Tingginya sisi dalam kerb Sirkuit Catalunya disebut-sebut menyulitkan pebalap jebolan kelas Moto2. Pasalnya, riding style pebalap Moto2 adalah merebahkan tubuh hingga benar-benar rendah hingga sikut yang menyentuh aspal atau kerb. Dengan tingginya kerb, maka pebalap tersebut akan merasa ‘kesempitan’ karena tak memiliki ruang cukup bagi lengan dan kakinya saat menikung.
Hal tersebut diungkapkan oleh juara dunia MotoGP Marc Marquez di sesi konferensi pers jelang GP Catalunya,
“Saya menyukai layout sirkuit ini, tapi masalah terbesarnya bagiku adalah kerb. Sisi dalam kerb sangat, sangat tinggi sehingga untuk memposisikan sikut menjadi sangat sulit,” ujar Marquez.
“Tidak ada cukup ruang untuk bahu, lutut, dan lainnya. Ini sangat sulit untuk memanfaatkan seluruh sirkuit tapi ini sama juga bagi semua pebalap, jadi kami harus mengatasi hal itu,” tambah mantan juara dunia 125cc, Moto2, dan MotoGP tersebut.
Ia mengatakan, dirinya dan pebalap jebolan Moto2 lainnya akan mengalami masalah yang serupa. Beberapa pebalap tersebut adalah Pol Espargaro, Bradley Smith, Stefan Bradl, Andrea Iannone, dan lainnya.
Tapi di era kini, demi menyaingi gaya balap ‘anak-anak muda’ jebolan Moto2, pebalap-pebalap lulusan 250cc seperti Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, bahkan Valentino Rossi pun sudah mulai mengadopsi gaya balap yang sama.
BeritaSirkuit.com Perbandingan kerb Marquez Bradl 750x380 Kerb Catalunya yang Tinggi Sulitkan Pebalap Jebolan Moto2
Perbedaan tinggi kerb Sirkuit Catalunya dengan Sirkuit Valencia, Sumber: BeritaSirkuit.com
“Saya rasa Pol (Espargaro) juga akan memilik masalah yang sama! Tahun ini lebih banyak pebalap akan mengalami masalah serupa karena semua pebalap menggunakan riding style yang sama (elbow down),” lanjutnya.
Namun demikian, sesulit apapun kerb di Catalunya, secara keseluruhan bagi Marquez sirkuit tersebut masih lebih mudah dibandingkan dengan Sirkuit Mugello.
“Di sini (Catalunya) treknya lebih besar, kamu bisa menggunakan lebih dari satu jalur. Di Mugello kamu harus benar-benar presisi,” kata Marquez.
Soal target di GP Catalunya nanti, Marquez mengaku membidik kemenangan meski diterpa tekanan tinggi sebagai pebalap Spanyol dan untuk meneruskan kemenangan beruntunnya. Tapi ia tak ingin muluk-muluk dan mempersiapkan target keduanya: setidaknya finis di podium.
“Oke jika kamu tak finis di podium, atau tak menyelesaikan balapan, itu baru namanya bencana. Tapi apapun itu nanti akan tiba pada waktunya, mungkin hari ini, dimana (saya) akan mustahil untuk menang (gagal meneruskan kemenangan beruntun),” pungkasnya.
Saat ini, pebalap berusia 21 tahun tersebut sudah menyapu bersih kemenangan di seluruh enam seri yang sudah berjalan di tahun ini dari enam kali posisi pole. Ia unggul 53 poin dari Rossi yang bertengger di tempat kedua pada klasemen sementara pebalap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar