Di Assen lalu, Crutchlow memang gagal menandingi rekan setimnya, Andrea Dovizioso yang mampu mendaki podium kedua. Tapi setidaknya, kali ini rider Inggris itu sanggup menghindari hasil buruk gagal finis di Italia serta Katalunya dan menyelesaikan race Assen di urutan kesembilan.
“Saya akan punya perayaan besar karena kami tak mampu finiS selama sebulan lebih! Serius, saya pikir kami memang harus bisa menyelesaikan race, tak peduli apa yang terjadi. Kami mengalahkan pembalap yang pada mulanya saya pikir tak bisa saya kalahkan,” seru Crutchlow.
“Kami tak pernah punya kecepatan di kondisi basah maupun kering, tapi saya senang sempat bisa terlibat sedikit pertarungan. Saya punya perasaan aneh dengan ban belakang, jadi saya tak punya keuntungan saat start dan saya tak punya dasar setting-an untuk bisa maksimal. Saya punya kepercayaan diri yang bagus saat hujan pada ban depan, tapi tidak pada ban belakang yang terlalu tinggi,” lanjutnya.
Perubahan besar alias revolusi pun diharapkan bisa dilakukan segenap timnya, terlebih saat ini motornya masih terkendala problem understeering yang cukup parah, selain beberapa problem pada kerangka buritannya.
“Ketika saya mengganti motor (dengan ban) kering, saya merasa kecepatannya tudak buruk, tapi di akhir balapan understeering-nya sangat buruk. Kami tak mampu kompetitif dan finis di mana seharusnya bisa finis,” tambah Crutchlow, seperti disadur Crash, Senin (30/6/2014).
“Saya mempelajari bahwa masalahnya masih pada saat race dan masalahnya tetap ada bagaimanapun cara Anda membalap. Posisi saya pada motor sudah salah. Saya selalu mengatakannya, tapi tak ada yang bisa kami lakukan. Saya tak bisa begitu saja meminta mereka (Ducati) datang dengan solusi yang kami inginkan di garasi untuk mengubah posisi saya pada motor,” sambungnya lagi.
Terhadap rekan setimnya yang akhirnya bisa mencapai podium, Crutchlow berharap bisa mengubah motornya lebih baik, seperti yang sudah dilakukan Dovi, terutama soal ban di mana Ducati semestinya bisa memakai ban yang sama (medium compound) seperti dua tim pabrikan – Honda dan Yamaha.
“Kami tak cukup cepat. Kami harus lebih cepat dengan ban serupa yang dipakai para pembalap pabrikan. Tak hanya ban soft. Saya pikir, tim melakukan hal yang fantastis dengan Andrea yang mencapai podium, mereka pantas soal capaian itu,” kata Crutchlow.
“Itu menunjukkan bahwa Andrea sudah menuju arah yang tepat. Saya percaya bahwa jika kami segera bisa mengubah motor seperti yang saya inginkan, kami akan mendapatkan hasil sebagus itu juga,” tuntasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar