Pebalap Movistar Yamaha MotoGP Valentino Rossi mengaku masih belum
puas dengan performanya di sesi latihan bebas. Ia berharap bisa segera
memperbaikinya dan meraih hasil bagus saat kualifikasi nanti.
Rossi hanya mampu menempati posisi enam di sesi latihan bebas 2 – dan
ia merupakan pebalap terakhir Yamaha. Rekan setimnya, Jorge Lorenzo,
berada di urutan keempat, sedangkan dua juniornya dari tim Yamaha Tech
3, berhasil menjadi yang tercepat (Bradley Smith) dan di posisi lima
(Pol Espargaro).
Jelas sekali ‘The Doctor’ sangat tidak puas dengan hasil itu.
Rossi mengatakan, salah satu yang menyebabkan raihannya tak bagus di
sesi latihan kedua adalah karena kondisi cuaca yang cukup panas. Hal ini
memang sudah menjadi kekurangan Yamaha sejak tahun lalu saat
temperatur aspal cukup tinggi. Selain menguras tenaga, aspal yang lebih
panas membuat ban YZR-M1 miliknya jadi cepat terkikis dan membuatnya
terlalu banyak sliding.
“Saya tidak terlalu puas dengan posisi dan ritmeku karena saya
memiliki banyak masalah saat memasuki tikungan sore ini (sesi FP2). Jadi
untuk alasan itu saya bisa mengendarai di suatu level, tapi itu belum
cukup. Kami akan melihat data dan memutuskan ban mana yang paling
memungkinkan (digunakan). Kami juga harus memutuskan strategi untuk
kualifikasi,” ujar Rossi yang tak mau lagi mengulang kesalahan yang sama
seperti terjadi di Mugello, dua pekan lalu.
Lebih lanjut Rossi berbicara mengenai perkembangan teknologi –
khususnya pengereman di MotoGP dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
“Pengereman telah banyak berubah sejak tahun lalu; di masa lalu
masalah utamanya adalah ban belakang yang kerap terangkat. Kini dengan
lebih banyak perubahan pada distribusi berat dan setup, ban belakang
jadi lebih banyak menyentuh aspal,” kata peraih sembilan gelar juara
dunia tersebut.
“Engine braking juga banyak membantu dan jauh lebih baik dari
lima tahun lalu. Setiap pebalap memiliki teknik yang berbeda. Contohnya
antara diriku dan Jorge saya lebih agresif di awal, sementara dia lebih
lembut. Tapi kami harus mencoba mengerem semaksimal mungkin dan ini
sangat penting untuk menggunakan tenaga pengereman,” pungkas Rossi.
Mengenai teknik balapnya sendiri, ‘The Doctor’ mengaku sangat jarang
menggunakan rem belakang. Ia hanya menggunakan rem belakang saat sedang
berada di dalam tikungan.
Di sisi lain, Rossi menyoroti keunggulan Marc Marquez dalam hal
pengereman. “Karena ia (Marquez) memiliki kontrol yang sangat bagus pada
motornya dan punya banyak skills untuk mengendalikan motor. Jadi ia dapat tetap mengerem di ujung tikungan ketika masuk tikungan,” Rossi menganalisa.
Pebalap berusia 35 tahun itu menyanjung Marquez karena selain
berbakat, ia juga menilai Marquez memiliki kepribadian yang baik. “Saya
menyukai gayanya dan saya harap kita akan bertarung untuk juara dunia
di race terakhir!” katanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar