Ajang MotoGP 2014 memasuki seri ke-10 dimana Sirkuit Indianapolis, Amerika Serikat akan menjadi saksi ketangguhan para pebalap motor tercepat di dunia itu beradu. Sudah memasuki tahun ke-tujuh sejak pertama kali digunakan sejak tahun 2008, baru hanya Honda dan Yamaha sajalah yang berhasil meraih podium tertinggi di Indy.
Tercatat Valentino Rossi yang waktu itu membawa tim FIAT Yamaha merupakan pebalap pertama yang memijak podium tertinggi saat sirkuit ini menjalani debutnya di tahun 2008. Prestasi Yamaha tersebut lantas dilanjutkan oleh rekan setimnya, Jorge Lorenzo di 2009.
Namun, di empat tahun terakhir, Casey Stoner, Dani Pedrosa, dan Marc Marquez dari Repsol Honda lah yang justru berhasil sebagai pebalap terdepan. Jika dihitung, dari enam kali balapan yang dilakukan sejak tahun 2008-2013, Yamaha meraih dua kemenangan pertama dan empat sisanya dikuasai Repsol Honda
Hal ini yang bisa menjadi dasar kalau balapan hari Minggu nanti (Senin subuh di WIB) akan menjadi seru sebab kedua pabrikan yang menguasai klasemen saat ini cukup mahfum dengan sirkuit yang memiliki panjang 4,078km dan 13 tikungan.
Namun, bisa saja Indianapolis yang memiliki karakter sirkuit yang lebar dan karakter tikungan cepat bisa mendukung karakter dari RC213V. Belum lagi ditambah Bridgestone selaku penyuplai ban mengakui akan tetap menggunakan karakter ban yang sama seperti di Indianapolis tahun lalu meski Indianapolis 2014 ini dilakukan beberapa revisi di tikungan 3,4,7,15, dan 16.
Bukan tidak mungkin jika ‘The Baby Alien’ akan melanjutkan tren kemenangannya menjadi 10 kemenangan beruntun. Meski rekan setim dan senegaranya, Pedrosa tidak akan membiarkan itu mudah terjadi, terlebih Pedro sendiri sudah dua kali menang di podium ini dan tahun lalu menempati podium dua.
Untuk persentase sendiri, rasanya tidak muluk-muluk jika BeritaSirkuit.com memberi porsi 40% kemenangan akan berada di tangan Marquez. Tetapi pertanyaannya adalah: siapa yang akan mampu berduel dengan Marquez, atau setidaknya berjibaku dengan pebalap lainnya dalam memperebutkan tempat kedua?
Duel-duel semacam ini tetap saja tidak akan bisa luput dari harapan para ‘non-Marquezer’. Tentu saja duel tiga arah antara Rossi-Lorenzo-Pedrosa (bahkan Marquez juga bila tidak segera meninggalkan rombongan sejak awal) menjadi ‘oase’ dahaga para MotoGP mania.
Seandainya Pedrosa bisa menjaga momentum apiknya seperti di Catalunya dan Sachsenring, maka ia akan menjadi pebalap dengan persentase terbesar kedua setelah Marquez, yakni 30%. Sementara itu masing-masing Rossi dan Lorenzo memiliki peluang kemenangan sama-sama 15%.
Rossi mengakui Sirkuit Indianapolis bukan merupakan sirkuit favoritnya. Sementara itu, Lorenzo secara perlahan namun pasti masih terus memulihkan performanya setelah terseok-seok melakoni paruh pertama musim 2014 ini dengan hanya mengantongi 2 podium saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar