Rabu, 27 Agustus 2014

Rahasia Gaya Balap Marc Marquez


Rahasia Gaya Balap Marc Marquez secara kasat mata memang
terlihat agresif dengan tingkat resiko yang cukup tinggi.
Namun tahu nggak sih bro-sis, kalau gaya balapnya itu adalah
cara yang paling aman diantara para pembalap MotoGP lainnya.
Ini alasannya, kenapa joki bernomor 93 itu sulit sekali jatuh saat
balapan.

Maksimalkan Gravitasi
Dibalik tubuh mungilnya, ternyata sang 'baby alien' mampu
memaksimalkan gravitasi bumi saat mengendarai motor
berkapasitas 1000cc yang hanya memiliki berat kurang dari 140
kg itu. Gaya rebah balapnya diklaim merupakan gaya balap
paling menunjang kestabilan motor.
Tengok saja saat ia melibas tikungan demi tikungan dengan
derajat kemiringan sampai
banyak yang mengikuti riding style pemegang rekor juara dunia
MotoGP termuda itu.
60 derajat. Namun nampaknya tak
Tehnik 'Elbow Slider'
Ketika banyak pembalap lain menopang berat badan saat melibas
tikungan dengan lutut, tak demikian dengan Marquez. Ia justru
mengandalkan sikut kiri dan kanannya untuk menahan bobot
tubuhnya sekaligus menstabilkan motor saat melibas tikungan.
Tak heran, usai balapan, lebih banyak goresan aspal lintasan
dibagian sikut baju balapnya dibanding di daerah lutut.
Gantikan 'Late Breaking' dengan 'Drifting' Saat
Menikung
Kalau Rossi mengandalkan tehnik late breaking saat hendak
melibas tikungan, berbeda dengan Marquez, ia lebih
mengandalkan tehnik khasnya yakni melakukan drifting saat di
tikungan. Marc Marquez memang pembalap yang terkenal kerap
menggunakan hard compound pada ban bagian belakang.
Riset Gaya Balap
Banyak yang menyangka kalau gaya balap Marquez merupakan
aplikasi dari Casey Stoner, namun nampaknya kurang tepat.
Marquez mengaku cukup terinspirasi dengan gaya balap Valentino
Rossi dan Dani Pedrosa.
Kini 2 joki arena balap MotoGP itu ia aplikasikan menjadi satu
dengan riding style yang cukup khas, kadang kita melihat ada
'aura' mendiang Marco Simoncelli saat sang 93 berlaga. Hmm...
Lebih Percaya 'Feeling' Ketimbang Sensor
Elektronik
Kalau Marquez adalah salah satu diantara para pembalap yang
lebih percaya feeling skill ketimbang sensor elektronik, hmm..
nggak bedanya dengan Rossi dimasa lampau.
Marquez mengaku lebih mampu mengontrol putaran roda
belakangnya dengan tangannya ketimbang mengandalkan sensor
kontraksi.
Namun begitu, skill mumpuni berpadu dengan teknologi canggih
menjadikannya sebagai momok paling manakutkan di arena
MotoGP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar