Terlepas dari perhitungan di atas. Sirkuit Misano mempuanyai banyak kisah yang terlebih dahulu dari kisah tragis Shoya Tomizawa yang harus tewas di tempat ketika ia mengalami kecelakaan beruntun saat seri Misano 2010. Tomizawa yang terjatuh usai menyelesaikan tikungan harus terlindas oleh Alex de Angelis dan Scott Redding tepat di atas perutnya.
Pebalap MotoGP saat itu pun banyak yang berduka. Perhatian media dan khalayak saat itu terfokus pada Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang saat itu Yamaha sedang menjadi pabrikan yang unggul. Hal ini bisa dilihat dari dua pebalap tersebut yang melakukan tribute untuk Tomizawa dan hal ini terlihat dari helm yang digunakan dua pebalap ini.
stiker manga Tomizawa di helm Rossi saat itu
Kita kembali nostalgia saat Simoncelli masih menjadi pebalap di lintasan. Ia yang kerap kali tampil ‘liar’ harus mengganggu pebalap lain karena ulahnya hal ini tidak terlepas dari Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo. Kedua pebalap Spanyol ini sempat menjadi korban gaya balap Simoncelli yang terlalu agresif.
Dani Pedrosa usai manuver Illegal Simoncelli
Tabrakan Lorenzo dan Simonceli 2011.
Cerita unik datang di Misano 2012 ketika itu seperti karma buruk datang menimpa Pedrosa. Ia harus megalami kecelakaan dan gagal finish sehingga harus kehilangan banyak poin dan pada saat latihan pun pebalap Spanyol ini tidak begitu mencapai hasil yang bagus. Hal sebailknya menimpa Lorenzo, ia meraih kemenangan lagi di lintasan ini dan tak terkalahkan dalam dua tahun terakhir.
Hasil baik lain juga untuk sahabat Sic, Valentino Rossi. Pebalap veteran yang sedang kesusahan menunggangi Desmosedici ini seperti mendapatkan hadiah ‘perpisahan’ dari Simoncelli dengan bentuk podium dua. Seperti halnya Alvaro Bautista sebagai suksesornya di Honda Gresinni ia menempati podium tiga yang juga seperti ‘amanah’ pemberian semangat bagi Bautista kala itu.
Podium Misano 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar