Silvano Galbusera meyakini pebalapnya tersebut
paling unik dan berbeda dari pebalap lain yang pernah bekerja sama
dengannya di World Superbike, seperti Noriyuki Haga, Ben Spies dan Marco
Melandri.
"Haga membuat kami
semua tak bisa tidur, meminta kami merombak segalanya. Ben meraih gelar
dunia dengan motor yang belum pernah juara, padahal ia tak mengenal
semua sirkuit. Marco punya gaya balap yang hebat, tapi sering ragu pada
diri sendiri," ujarnya kepada La Gazzetta dello Sport.
Galbusera bergabung dengan Rossi menggantikan kepala mekanik legendaris,
Jeremy Burgess. Bersama-sama, mereka sukses mengoleksi 13 podium,
termasuk dua kemenangan. The Doctor bahkan menduduki peringkat runner
up.
"Vale berbeda, karena ia selalu mencoba belajar, bahkan
dalam sesi uji coba sekalipun. Setiap detik dalam hidupnya hanya ia
habiskan demi kemenangan. Ketika kalah, pebalap lain mungkin malah muak.
Tapi Vale tidak. Dia itu mesin perang!" tutup Galbusera.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar