"Saya
lebih suka jika elektronik yang ada dikurangi, karena hal ini juga
tidak akan mengurangi nilai-nilai di lapangan sehubungan dengan para
pembalap terkuat. Tapi kami akan memiliki balapan yang spektakuler,
dengan pembalap yang lebih sedikit melakukan kesalahan, dan perubahan
ritme. Hal-hal yang seperti ini tidak lagi terjadi," ujar Rossi.
Rossi
juga menambahkan, minatnya untuk tetap balapan akan tetap ada. Selain
jika masih kompetitif, alasan lainnya adalah jika elektronik pada motor
dikurangi seperti pernyataannya tadi bradsis.
Salah
satu tujuan dari penggunaan elektronik di motor MotoGP adalah
meminimalisir kesalahan bradsis. Baik kesalahan para pembalap, maupun
yang lainnya yang bisa berujung pada celakanya si pembalap saat sedang
membesut motornya. Tentunya tujuan lainnya adalah membuat performa motor
menjadi sekencang mungkin dengan meminimalisir kesalahan agar catatan
waktu tiap lap tidak menurun.
Tampaknya
tujuan lain dari elektronik ini yang enggak disukai para pembalap atau
bahkan pecinta MotoGP lainnya. Ada yang beranggapan, kalo dibantu dengan
elektronik, pembalap dengan skill rendah pun bisa aja jadi yang
tercepat. Sebagian ada yag setuju, sebagian ada yang gak setuju, dan
bakal selalu ada pro dan kontra
Seperti
yang udah disebutkan juga, adanya elektronik di MotoGP juga menunjang
keselamatan para pembalap, contohnya seperti kontrol traksi dan sistem
terkait lainnya. Dalam keadaan tertentu, perangkat elektronik ini
membantu banget untuk mengurangi resiko seorang pembalap mengalami
crash.
Dengan
segala perlengkapan elektronik yang udah berkembang, balapan MotoGP
sekarang jadi jauh berbeda dibanding beberapa tahun yang lalu. Jarak
antara pembalap terdepan dengan pembalap di belakangnya terlalu jauh.
Bisa dibilang, hal ini terjadi bukan karena faktor si pembalap saja . Motor dan ban juga sangat berpengaruh.
Di
luar dari masalah elektronik, tahun 2016 nanti sepertinya bakal ada
perubahan besar-besaran di kelas MotoGP. Dorna dan FIM setuju untuk
melakukan penyeragaman ECU. Selain itu, pemasok ban tunggal juga udah
bukan Bridgestone lagi, dan kemungkinan besar Michelin yang akan
menggantikannya. Suzuki dan Aprilia juga berencana kembali turun ke
kelas premier ini. Gak sedikit pecinta MotoGP yang berharap persaingan
di kelas para raja ini bisa sengit seperti dulu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar