Kamis, 22 Mei 2014

Rossi Lebih suka Elektronik DimotoGP Dikurangi

Valentino Rossi sempat memberikan pernyataannya electronik.Pembalap asal Italia ini memprediksi dalam waktu dekat ini Dorna akan mengurangi perangkat elektronik pada motogp seperti. Tapi masalahnya tdk semudah itu, elektronik pada motor juga berguna untuk menjaga keselamatan pembalap.
Pengurangan Perangkat Elektronik
"Saya lebih suka jika elektronik yang ada dikurangi, karena hal ini juga tidak akan mengurangi nilai-nilai di lapangan sehubungan dengan para pembalap terkuat. Tapi kami akan memiliki balapan yang spektakuler, dengan pembalap yang lebih sedikit melakukan kesalahan, dan perubahan ritme. Hal-hal yang seperti ini tidak lagi terjadi," ujar Rossi.
Rossi juga menambahkan, minatnya untuk tetap balapan akan tetap ada. Selain jika masih kompetitif, alasan lainnya adalah jika elektronik pada motor dikurangi seperti pernyataannya tadi bradsis.
Salah satu tujuan dari penggunaan elektronik di motor MotoGP adalah meminimalisir kesalahan bradsis. Baik kesalahan para pembalap, maupun yang lainnya yang bisa berujung pada celakanya si pembalap saat sedang membesut motornya. Tentunya tujuan lainnya adalah membuat performa motor menjadi sekencang mungkin dengan meminimalisir kesalahan agar catatan waktu tiap lap tidak menurun.
Tampaknya tujuan lain dari elektronik ini yang enggak disukai para pembalap atau bahkan pecinta MotoGP lainnya. Ada yang beranggapan, kalo dibantu dengan elektronik, pembalap dengan skill rendah pun bisa aja jadi yang tercepat. Sebagian ada yag setuju, sebagian ada yang gak setuju, dan bakal selalu ada pro dan kontra
Seperti yang udah disebutkan juga, adanya elektronik di MotoGP juga menunjang keselamatan para pembalap, contohnya seperti kontrol traksi dan sistem terkait lainnya. Dalam keadaan tertentu, perangkat elektronik ini membantu banget untuk mengurangi resiko seorang pembalap mengalami crash.
Dengan segala perlengkapan elektronik yang udah berkembang, balapan MotoGP sekarang jadi jauh berbeda dibanding beberapa tahun yang lalu. Jarak antara pembalap terdepan dengan pembalap di belakangnya terlalu jauh. Bisa dibilang, hal ini terjadi bukan karena faktor si pembalap saja . Motor dan ban juga sangat berpengaruh.

Di luar dari masalah elektronik, tahun 2016 nanti sepertinya bakal ada perubahan besar-besaran di kelas MotoGP. Dorna dan FIM setuju untuk melakukan penyeragaman ECU. Selain itu, pemasok ban tunggal juga udah bukan Bridgestone lagi, dan kemungkinan besar Michelin yang akan menggantikannya. Suzuki dan Aprilia juga berencana kembali turun ke kelas premier ini. Gak sedikit pecinta MotoGP yang berharap persaingan di kelas para raja ini bisa sengit seperti dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar