Kamis, 04 September 2014

GEARBOX ALAT CANGGIH REPSOL HONDA


Image

Teknologi Gearbox
Berbicara soal seamless shift gearbox (SSG) yang terpasang pada RC212V-RC213V, proyek gearbox baru ini dimulai ketika Honda gulung tikar dari balap F1 lima tahun yang lalu dan menarik seluruh engineer-nya dari Honda F1 ke HRC. Dipimpin oleh Shuhei Nakamoto yang juga cabut dari Honda F1 karena krisis finasial global pada saat itu, maka dimulailah proyek SSG tersebut. Itu juga atas masukkan test rider Honda “Tadayuki Okada” setelah melakukan pengetesan RC212V di Mugello tahun 2008 silam.
“Chassisnya RC212V sudah cukup baik. Hanya gearbox-nya yang perlu dikembangkan lagi”, kurang lebih itu feedback Okada kepada HRC lima tahun yang lalu setelah mencicipi mesin V4 800cc milik Honda. Tak bisa dipungkiri, memang ada beberapa sentuhan tangan-tangan engineer Honda F1 dalam mengembangkan SSG ini di Jepang. Menyuntikkan teknologi F1 dan mengembangkannya sedemikian rupa agar sesuai dengan regulasi MotoGP, dimana setiap pabrikan tidak diperbolehkan untuk menggunakan dual-clutch transmission alias gearbox DCT seperti yang banyak digunakan pada mobil balap.
Ketika mulai diperkenalkan pada awal 2011 silam pada tes MotoGP Sepang, ternyata banyak menuai protes dari pabrikan lainnya karena Stoner tampil sangat cepat ketika menggeber RC212V. Honda dituduh mengaplikasikan teknologi gearbox DCT pada mesin RC212V. Gerah dengan tudingan tersebut, maka atas permintaan FIM dibedahlah jeroan gearbox itu dan Honda memperlihatkan teknologi itu kepada kepada Tim lainnya.
“HRC tentunya tak akan menggunakan perangkat ilegal di MotoGP”, kata Shuhei Nakamoto dua tahun lalu. Belum puas dengan jawaban Nakamoto, maka berkatalah salah satu engineer HRC. “Teknologi serupa sudah lebih dulu diaplikasikan pada mobil balap IndyCar Honda”, ungkap Shinya Matsumoto yang telah mendaftarkan rancangan SSG RCV di kantor paten Jepang.
Honda RC213V (2013) mengadopsi mesin V4 DOHC 4-valve berkapasitas 1000cc dengan berpendingin liquid-cooled dan dilengkapi seamless-shift gearbox. Mesin V4 prototipe Honda ini mampu memuntahkan output tenaga maksimum lebih dari 228 HP atau sekitar 170 kW. Horsepower RC213V ini terbilang lebih kecil daripada Yamaha M1 dan juga beda banget dengan Honda RC211V (2006) yang dapat mendistribusikan lebih dari 240 HP (176,5 KW).
Makanya Honda RC211V (specs 2006) ini sangat kencang ketika digeber di trek lurus dibandingkan dengan RC213V yang hanya mendistribusikan sekitar 228 HP. Berkat penggunaa mesin Honda V5 990cc, Yamaha M1 (versi lama) selalu keteteran saat duel di trek lurus dengan RC211V.
Itu merupakan ciri khas lama generasi pertama Honda RCV (2003-2006) yang kerap menang di trek lurus jika musuhnya adalah M1. Sekarang kebalikannya, tidak sama seperti dulu karena rancangan mesinnya pun sudah banyak dirombak, berkat suntikkan teknologi SSG.
Sungguh berbeda dengan RC213V yang hanya mampu mendistribusikan sekitar 228 horsepower. Tapi disisi lain, SSG Honda justru mampu memperlihatkan fungsi gearbox tanpa jeda ini meskipun hanya dengan 228 HP. Nah makanya YZR-M1 sekarang lagi ikut2tan mengembangkan SSG tapi sayang Dorna melarang pengembangan motor selama motogp berlangsung,itu semua ya pasti honda dibalik semua ini.
Di Formula One (F1) teknologi SSG sudah digunakan sejak lama, mereka menggunakan dua botol pengungkit rasio pada mainshaft (input) dan counter shaft (output). Di motor mainshaft adalah poros dudukan rasio yang berhubungan dengan kruk-as. Counter poros kedua yang ujungnya nongol di samping persneling. Itu lho dudukan sproket yang tersambung dengan rantai ke gir roda belakang.
Cara kerja botol  pertama memindahkan duluan gigi ke percepatan berikutnya, sehingga daya putar tak berhenti. Jadi konsepnya setiap kali terjadi pemindahan gigi tidak terjadi pengurangan power, karena gigi rasio tetap berputar layaknya tidak terjadi perpindahan gigi. System SSG ini dikendalikan dengan system digital jadi semua berjalan smooth tanpa merepotkan rider dan motor tetap stabil.
ImageKedua pengungkit ini diaktifkan oleh elektronik girboks dan terintegrasi pada sliper clutch. Teknologi ini sebenarnya ada pada Mobil F1, namun oleh tim mekanik F1 Honda teknologi ini diaplikasi di MotorGp. Memang berhubungan, karena Shuhei Nakamoto, wakil presiden HRC, mantan orang F1 yang membawa teknologi SSG ke Honda. “Transmisi ini bukan ilegal, tetapi ini penemuan terbaru untuk motor,” kata Nakamoto sejak mengembuskan temuannya dua tahun lalu.
SSG ini berbeda dengan dual clutch dan quickshifter. Namanya juga dual, ada dua kopling yang bekerja saat mengubah persneling dan meneruskan powernya.  Kedua kopling bergantian bekerja pada gigi ganjil dan genap. Sedang  ‘quick’ semata memaksa perpindahan gigi tetap berlangsung tanpa perlu off throttle. Untuk close ratio racing yang dipakai motor, quick itu tak ada gunanya dikarenakan rapatnya gigi rasio, tanpa tarik tuas koplingpun  dan tutup gas bisa terjadi pindah gigi. Problem utama saat jeda, tungkai penggerak pada botol menggeser rasio sering ada problem dan hal ini yang diatasi SSG.
Keistimewaan dari teknologi SSG  tidak akan ada gejala wheelie (ngakat ban depan), hal dini teratasi karena gigi rasionya terus berbutar stabil dan modulnya saling mendekap. Jadi, ppower besat yang sering muncul dapat direduksi  menjadi halus. Wheelie ini sering merugikan pembalap karena saat roda depan terangkat otomatis pembalap harus segera mengimbangi, nah saat proses mengimbangi inilah akan mengurangi kecepatan dan waktu banyak terbuang.
Maka keuntungan SSG sampai 6 persen dibanding konvensional. Lihat saja, hasil tiga seri ke belakang di MotoGP. Honda unggul dengan prosentasi waktu kisaran 6 persen.
Namun jangan diabaikan bahwa factor suspense sangat berpengaruh terhadap kestabilan motor saat ditikungan dengan speed tinggi. Saat ini Honda juga bekerjasama dengan perusahaan specialist Suspensi yaitu Ohlins.
Senjata Pemungkas Tim Repsol Honda
Masih ada sebuah senjata pemungkas yang disembunyikan oleh Tim Repsol Honda.Tuas Kecil di Stang Kiri Motor Tim Repsol Honda sampai saat ini masih menjadi misteri tersendiri yang belum ada penjelasan resmi dari Tim Repsol Honda. Apakah ini tuas “Nos” atau tuas pemindahan gigi yang terhubung dengan system SSG?
Musim 2013, Marc Marquez datang. Rookie asal Spanyol ini punyan gaya balap sendiri. Cendrung menggelantung di motornya. Dia agresif, cerdas, bertalenta dan haus kemenangan. Masih muda, skill tinggi, talenta tinggi berpadu dengan teknologi Honda di RC213V, makin sempurna. Di musim perdananya di kelas premier, dia 10 kali naik podium dari 11 seri yang sudah digelar. Dari 10 podium, 5 di antaranya podium pertama.
Image
Kemudian ramai diperbincangkan, SSG bukan satu-satunya senjata yang ada di RC213V. Ada ‘senjata‘ lain yang ditanam Honda di RC213V. Hasil investigasi para media yang terlibat langsung di MotoGP, ada ‘senjata’ tak biasa yang ada di bawah stang sebelah kiri RC213V tunggangan Marc Marquez. Karena itu tak umum di motor-motor Honda. Mahluk itu sebuah tuas kecil yang diletakkan tepat di bawah stang sebelah kiri. Awak media pun menanyakan hal itu namun belum ada jawaban resmi dari Honda. Makanya Valentino Rossi yang pernah jadi rider Honda dan jadi The Doctor nya Yamaha yang dijadikan narasumbernya.
Menurut Rossi, dulu Mick Doohan juga pakai mahluk macam itu. Tapi beda fungsi. Di motor Doohan, tuas itu difungsikan sebagai pengganti tuas rem balakang yang ada di kaki saat Doohan cedera kaki kanan yang tak memungkinkan dia menginjak tuas rem. Kalau sekarang, sepertinya tuas itu difungsikan sebagai pengganti tuas transmisi yang ada di kaki. Jadi ada saat tertentu kaki rider nggak perlu sibuk cungkal-cungkil dan dorong-dorong tuas transmisi saat masuk atau keluar tikungan yang bisa ganggu kestabilan. Tapi itu masih teori versi Rossi, belum ada paparan detil dari Honda tentang fungsi dan cara kerja tuas kecil yang diumpetin di bawah stang sebelah kiri itu.
Kalau dilihat dari fungsi di motor Doohan, bisa jadi itu juga difungsikan di motor Marquez karena gaya balap yang gelantungan itu. Apa lagi Marquez demen banget ‘rebahan’ sambil nempelin sikunya di aspal. Jadi saat kondisi seperti itu, kestabilan tak terganggu oleh gerakan kaki memainkan tuas transmisi atau rem, cukup tekan tuas itu saja.
Kembali lagi, kalau dilihat dari fungsi rem belakang saat balapan, rem belakang hampir tak pernah terpakai. Rem depan yang jadi andalan utama. Bisa jadi, tuas itu terhubung dengan gearbox RC213V. Sama seperti teknologi yang dual clutch transmission di moge Honda Integra, NC700S, NC700X, Crosstourer dan VFR1200F. Dengan dual clutch transmission, rider nggak perlu menekan atau mencongkel tuas transmisi, cukup tekan tombol yang ada di stang sebelah kiri. Tak banyak waktu terbuang, tak banyak jedah antara gigi satu dengan gigi selanjutnya. Lebih simple, lebih cepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar